Jumat, 28 Februari 2014

Narrative text and Story telling


Lebai Malang
Pak Lebai was an old man living in a village by the river. Every day, he used his sampan for travelling at the river. Pak Lebai had a bad habit. He always changed his mind before he did something. He was an inconsistent man. One day, Pak Lebai was invited to a party by his neighbor. Pak lebai was happy. He loved party because he could eat delicious food. He also could get a buffalo's head from the party. Still on the same day, he got another invitation. Those two party invitations made him confused. The two parties were held at the same time, but at different places. The two neighbors who invited him lived in different sides of the river. One neighbor lived on the east side and the other one lived in the west side. "If I go to the west side, I will only get one buffalo’s head. If I go to the east side, I can have two heads of buffalo. But the host at the west side is friendlier,” he said to himself. He was confused.

On the following day, Pak Lebai paddled his sampan to the party at the west side of the river. But then he changed his mind and went to the east side. On the way there, he met with some friends. "The party is awful. There are not many buffalo's heads," said one of them. So, Pak Lebai turned back his sampan again and went to the west side. Unfortunately, the party was already over when he arrived there. Pak Lebai immediately paddled his sampan to the east side again. But he also missed the party.

Pak Lebai was upset and blaming himself for being so inconsistent. He was so hungry and tired because he was padding back and forth in the river. He then fell asleep in his sampan. He did not realize that his sampan was drifting away at the river. When he woke up, he was already in the different village. That’s why all his neighbors started to call him Pak Lebai Malang (poor mister Lebai).
 


CINDERELLA

Once upon a time, there was a young girl named Cinderella. She lived with her step mother and two step sisters. The step mother and sisters were conceited and bad tempered. They treated Cinderella very badly. Her step mother made Cinderella do the hardest works in the house; such as scrubbing the floor, cleaning the pot and pan and preparing the food for the family. The two step sisters, on the other hand, did not work about the house. Their mother gave them many handsome dresses to wear.

One day, the two step sister received an invitation to the ball that the king's son was going to give at the palace. They were excited about this and spent so much time choosing the dresses they would wear. At last, the day of the ball came, and away went the sisters to it. Cinderella could not help crying after they had left.

"Why are crying, Cinderella?" a voice asked. She looked up and saw her fairy godmother standing beside her, “because I want so much to go to the ball” said Cinderella. "Well" said the godmother, "you've been such a cheerful, hardworking, uncomplaining girl that I am going to see that you do go to the ball".

Magically, the fairy godmother changed a pumpkin into a fine coach and mice into a coachman and two footmen. Her godmother tapped Cinderella’s raged dress with her wand, and it became a beautiful ball gown. Then she gave her a pair of pretty glass slippers. "Now, Cinderella", she said; "You must leave before midnight". Then away she drove in her beautiful coach.

Cinderella was having a wonderfully good time. She danced again and again with the king's son. Suddenly the clock began to strike twelve, she ran toward the door as quickly as she could. In her hurry, one of her glass slipper was left behind.

A few days later, the king’ son proclaimed that he would marry the girl whose feet fitted the glass slipper. Her step sisters tried on the slipper but it was too small for them, no matter how hard they squeezed their toes into it. In the end, the king’s page let Cinderella try on the slipper. She stuck out her foot and the page slipped the slipper on. It fitted perfectly.

Finally, she was driven to the palace. The king’s son was overjoyed to see her again. They were married and live happily ever after.
THE END

foto-foto Maudy Ayunda






Makalah pkn prestasi diri



Prestasi diri
1.     Pengertian prestasi diri
Potensi diri adalah kemampuan atau bakat yang dimiliki setiap orang yang belum di kembangkan.
Prestasi meliputi berbagai macam bidang antara lain :
1.      Prestasi belajar, yaitu hasil yang didapat dari usaha belajar,
2.      Prestasi kerja, yaitu hasil yang didapat dari bekerja
3.      Prestasi di bidang seni
4.      Prestasi di bidang olah raga
5.      Prestasi di bidang lingkungan hidup
6.      Prestasi di bidang Iptek, dan lain-lain

2.     Mengenal potensi diri untuk berprestasi sesuai kemampuan
Ada beberapa cara sederhana yang mungkin dapat membantu anda mengenal potensi diri:
1. Miliki tujuan hidup yang lebih tinggi;
Anda perlu memiliki tujuan yang lebih tinggi; tujuan dan harapan dari diri anda sendiri.
2. Tidak membatasi diri;
Tidak ada salahnya untuk mencoba suatu tantangan baru dan mengekplorasi sesuatu yang belum pernah anda lakukan sebelumnya.
3. Terbuka untuk belajar;
Semakin banyak pengetahuna yang anda dapatkan semakin anda tumbuh dan berkembang, tiada kata akhir untuk belajar.
4. Tidak pernah menyerah;
5.Tidak berpikir anda tidak mampu;
Hal yang paling penting untuk menjadi sukses dan untuk mewujudkan potensi anda adalah untuk memiliki iman dan keyakinan dalam kemampuan anda.
6. Bertemu dengan orang-orang.
Jika anda mencoba menemukan keberhasilan dalam bidang tertentu, lakukan riset atau cari tahu orang-orang yang dapat menginspirasi anda atau seseorang yang mengajarkan anda.

3.     Pengertian prestasi diri
Prestasi diri adalah berarti hasil usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau pribadi. Seseorang yang melakukan kegiatan dan menghasilkan sesuatu dikatakan berprestasi.
4.     Faktor-faktor pembentuk prestasi diri
Prestasi seseorang sangat dipengaruhi oleh dua macam faktor yaitu faktor yang berasal dari dalam diri orang itu sendiri dan faktor yang berasal dari luar dirinya.
1.      Faktor dari dalam diri, diantaranya bakat atau potensi, kepandaian atau intelektualitas, minat, kebiasaan, motivasi, pengalaman, kesehatan danemosi.
2.      Faktor dari luar, misalnya keluarga, sekolah, masyarakat, sarana prasarana, fasilitas, gizi dan tempat tinggal.
Kedua jenis faktor tersebut mendukung satu sama lain. Prestasi biasanya akan muncul jika kedua macam faktor di atas terpenuhi secara baik.

5.     Menjelaskan pentingnya prestasi diri bagi keunggulan bangsa
a.       Mewujudkan cita-cita bangsa

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara prestasi diri sangat penting yakni untuk meraih tujuan bangsa Indonesia. Untuk meraih itu maka dibutuhkan rakyat Indonesia yang memiliki prestasi unggul. Dengan keunggulan dari rakyat Indonesia kita dapat bersaing dengan bangsa lain, sehingga bangsa lain menaruh kepercayaan karena kualitas berbagai hal dari bangsa Indonesia. Dengan begitu cita-cita dan tujuan nasional bangsa Indonesia akan mudah diraih. Agar cita-cita tersebut tercapai, segenap warga negara Indonesia harus menunjukkan semangat berprestasi membangun bangsa dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.
b.       Mengharumkan nama baik bangsa

Prestasi diri sangat diperlukan dalam berbagai kehidupan baik dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Seseorang yang berprestasi sudah barang tentu akan membawa nama baik mulai dari diri pribadi, lingkungan tempat tinggalnya, serta bangsa dan negaranya. Misalnya Petinju Crish John dari Kalimantan Selatan berprestasi sebagai juara dunia tinju kelas Bulu, maka nama baik dirinya, kota Banjar di daerah Kalimatan Selatan serta Negara Indonesia, namanya akan harum sampai tingkat dunia. Apalagi pada waktu lombanya disiarkan ke beberapa negara melalui televisi hal ini akan diketahui dan dilihat oleh orang di berbagai negara.
c.        Dapat bersaing dengan bangsa lain

Meningkatkan sumber daya atau keterampilan merupakan salah satu cara agar kita dapat bersaing dengan siapapun dalam mencapai suatu cita-cita. Dewasa ini kita maklumi bahwa bangsa Indonesia belum banyak yang mampu bersaing dengan bangsa lain, namun jika kita selalu belajar dan meningkatkan prestasi tidak menutup kemungkinan walaupun berasal dari daerah terpencil dengan tingkat ekonomi daerah yang rendah tapi kelak dapat bersaing dan mengalahkan bangsa-bangsa lain. Kuncinya adalah tekun, kerja keras serta memiliki motivasi untuk terus berprestasi lebih baik. Hal ini sudah diwujudkan oleh beberapa siswa juara olimpiade sains yang berasal dari Papua, Taufik Hidayat sebagai juara dunia bulu tangkis, atau B.J. Habibie sebagai ahli rancang bangun pesawat terbang.

Sebagai Warga Negara Indonesia yang baik maka setiap orang berusaha berprestasi demi keunggulan bangsa Indonesia tercinta. Tentu sangat membanggakan jika kita dapat berprestasi seperti orang-orang berprestasi yang telah melakukannya, antara lain Taufik Hidayat, Susi Susanti, Ikhsan Juara Indonesia Idol 2006, Usman Hasan Saputra, Hermawan Kertajaya, atau Ir Ciputra, serta masih banyak lagi yang dapat dilihat dan disaksikan sendiri. Semuanya berprestasi sesuai bidangnya masing-masing. Ada yang olah raga, seni, budaya, maupun ilmu pengetahuan sertaenterpreneur (wiraswasta). Mengapa mereka dapat berprestasi di bidangnya, dan mengapa kita tidak atau belum mampu berprestasi seperti mereka ?

6.     Menampilkan peran serta dalam berbagai aktivitas untuk mewujudkan prestasi diri sesuai kemampuan demi keunggulan bangsa
a.      Di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek)

Bentuk peran serta prestasi diri di bidang Iptek dapat dilakukan dengan cara mempelajari teknologi negara lain untuk diterapkan sesuai dengan kondisi negara kita, mampu menciptakan teknologi tepat guna. Misalnya membuat pembangkit listrik tenaga matahari atau tenaga air yang bisa dilakukan oleh masyarakat pedesaan, membuat alat pengolah sampah menjadi kompos. Membuat alat perontok gabah. Mengolah kotoran sapi menjadi biogas, Membuat alat-alat transportasi (motor, mobil, kapal laut dan pesawat udara) menjadi juara dunia dalam perlombaan bidang iptek. Contoh yang lain mampu menciptakan dan mengembangkan teknologi mutakhir seperti sistem komputerisasi dan alat komunikasi. Misalnya pada waktu dulu mengkoreksi hasil pekerjaan ujian nasional siswa dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama dan kurang obyektif. Tetapi dengan kemajuan teknologi komputer sekarang dikoreksi dengan mesin scaner sehingga mempercepat proses dan hasilnya cukup obyektif. Begitu juga rekapitulasi penghitungan suara dalam pemilu dengan komputerisasi dan informasi data dapat dipublikasikan dalam waktu singkat.
Beberapa warga negara Indonesia yang berprestasi dibidang Iptek tingkat dunia misalnya: Tjokorda Raka Sukawati menciptakan Pondasi kontruksi sosro bahu untuk jalan layang. Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie ahli Rancang bangun pesawat terbang.
b.       Di bidang olahraga

Bentuk peran serta prestasi diri di bidang olah raga antara lain menjadi juara berbagai even olahraga regional dan internasional seperti juara dunia tinju, juara dunia bulu tangkis dan cabang olah raga lainnya.
Prestasi Indonesia dalam bidang olahraga sudah tidak diragukan lagi, terutama olahraga di cabang bulu tangkis (badminton). Indonesia telah beberapa kali meraih kejuaraan di tingkat Internasional, baik pada masa kejayaan Rudi Hartono, Icuk Sugiharto, Susi Susanti, Taufik Hidayat dan lain-lainnya.
c.       Bidang ekonomi

Bentuk peran serta prestasi diri di bidang ekonomi antara lain menjadi eksportir maupun importir, menjadi pengusaha yang sukses, mendirikan industri yang banyak membuka lapangan kerja; membangun pasar dan manajemen pasar yang modern.
Contoh lain menciptakan dan mengembangkan industri seperti industri otomotif, industri galangan kapal laut di Surabaya, serta industri lainnya yang mampu bersaing dengan perusahaan asing.
Beberapa pakar ekonomi yang banyak berperan serta dalam mengembangkan ekonomi negara dan mampu bersaing dengan ekonom dunia misalnya Dr. Budiono, Prof. Sumitro, Dr. Antonio, dan lain-lain.
d.     Bidang budaya

Bentuk peran serta prestasi di bidang budaya antara lain menjadi juara dalam lomba menyanyi, festival film, menjadi juara dalam paduan suara, lomba kecantikan.
Contoh lain prestasi diri dalam bidang budaya adalah juara dalam festival kesenian rakyat. Mengembangkan budaya nasional sehingga budaya tersebut menjadi budaya internasional misalnya Baju batik, ukiran, dan kerajinan lainnya.
Beberapa orang yang berprestasi tingkat dunia dalam bidang budaya antara lain: Vina Panduwinata, Harvey Malaeholo, sebagai juara nyanyi, Christine Hakim sebagai aktris terbaik.
Afandi dan Basuki Abdullah sebagai pelukis. Masih banyak budayawan lainnya yang berprestasi di tingkat dunia sehingga membawa harum nama bang
sa Indonesia.
Sekian dan terima kasih